Sementara Kepala Puskesmas Kota Wilayah Utara dr. Susana Dewi mengungkapkan Program SiMbahKu berhasil meningkatkan cakupan vaksinasi terhadap lansia. Melalui program ini, petugas mendatangi para lansia, khususnya yang terkendala transportasi, takut divaksin, dan rentan karena memiliki penyerta.
Dengan mendatangi titik sasaran, petugas bisa langsung action. “Kita juga lakukan pemeriksaan dan pemantauan bagi lansia yang memiliki penyakit penyerta agar terkontrol dan segera bisa divaksin. Semoga target vaksinasi lansia segera bisa kita penuhi,” harapnya.
Ia mengakui tidak mudah melakukan vaksinasi pada kelompok lansia. Ada beberapa kendala yang terjadi di masyarakat. Di antaranya, mereka takut dengan efek samping vaksin karena memiliki penyakit penyerta. Lansia juga kesulitan transportasi karena tidak ada yang mengantar, sehingga mereka kesulitan mobilisasi. Selain itu, juga ada sejumlah keluarga yang tidak menginginkan keluarga lansia mereka divaksin, karena kondisinya lemah.
Namun, semua kendala tersebut dapat diatasi dengan SiMbahKu. “Dulu saat awal vaksinasi lansia dilakukan di puskesmas ada beberapa lansia yang tekendala datang. Lalu kita dekatkan lagi pelayanan vaksinasi dipusatkan di kelurahan namun masih ada kendala lagi. Akhirnya kita lakukan vaksinasi dengan mendatangi ke titik sasaran,” ujar dr. Susana










