Gus Bobby juga menekankan bahwa saat ini perlu tindakan nyata dari santri dan masyarakat pesantren. Menurut dia, para santri, selain harus memperdalam ilmu agama, juga harus menjadi pelopor pemandirian ekonomi masyarakat pesantren.
Ia menegaskan bahwa Pondok Pesantren Jatinom siap menjadi pelopor pemandirian ekonomi melalui penguatan pertanian untuk tanaman buah unggulan. Di antaranya apukat aligator, kelapa genjah, durian musangking, anggur impor.
“Untuk alpukat aligator, pondok menerima bantuan dari Bapak Iskandar, pegiat tanaman alpukat aligator sejumlah 250 pohon. Ada juga durian musangking sumbangan dari Mas Anna Lutfi (Presiden Republik Durian), dan ada juga anggur impor sumbangan dari H. Heri Yanto dengan 40 jenis varietas, ada dari Ukraina, Jepang, Afrika Selatan, China, Italia, dan lain-lain. Total 1.000 buah bibit tanaman,” kata Gus Bobby saat penanaman alpukat usai upacara bendera.
Gus Bobby mengatakan bahwa para santri lulusannya selain memiliki kompetensi kitab kuning, juga memiliki life skill di bidang pertanian. “Pondok pesantren akan kita jadikan inkubasi bisnis bagi para santri dan dapat dijadikan wisata edukasi bagi masyarakat luar. Silakan nanti berkunjung di pesantren Jatinom Blitar,” tegas kiai muda ini.










