Karena itu, Kiai Asep minta agar para lulusan Amanatul Ummah mengikuti jejaknya, yaitu bercita-cita besar. “Dulu saya hanya guru SMP swasta, guru Bahasa Inggris. Kalau saya tak punya cita-cita besar tak seperti sekarang,” tegasnya.
Tapi karena dirinya punya cita-cita besar, maka kariernya tak mandek. Kiai Asep bahkan menjadi Guru Besar atau Profesor di Universitas Negeri Islam Sunan Ampel (UINSA) Surabaya yang pengukuhannya dihadiri Presiden Joko Widodo.
“Saya satu-satunya Guru Besar, sejak zaman kemerdekaan hingga sekarang, yang pengukuhannya dilakukan Presiden. Di akhir sambutannya Pak Jokowi menyampaikan, izinkan saya menyebut lengkap Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA,” kata Kiai Asep.
Kiai Asep juga memberi contoh salah satu putranya yang bernama Muhammad Dzul Azmi Al Mutawakkil Alallah. Menurut dia, Gus Azmi – panggilan Muhammad Dzul Azmi Al Mutawakkil Alallah – adalah lulusan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Ia apoteker.










