Para pengendara terjang jalan yang tergenang banjir di Kecamatan Benjeng. (foto: syuhud/ BANGSAONLINE)
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Banjir yang melanda Kabupaten Gresik kian merajalela. Sebelumnya, hanya menerjang kota santri ini baru terjadi di Kecamatan Driyorejo, tepatnya desa-desa yang berada di sekitar bantaran Kali Surabaya dan di Kecamatan Benjeng, tepatnya di desa-desa di sekitar bantaran Kali Lamong.
Kali ini, banjir kian meluas. Dimana warga yang tinggal di Kecamatan Menganti dan Cerme, juga kebanjiran. Bahkan, sungai Bengawan Solo yang tahun sebelumnya tidak meluap, sekarang mulai meluap.
BACA JUGA:
- Siapkan Anggaran, DPRD dan Pemkab Gresik Kompak Driyorejo Bebas dari Banjir Kali Avoor
- Cegah Banjir, Warga Babaksari Gresik Gotong Royong Perbaiki Tanggul Bengawan Solo
- Hujan Deras, Luapan Kali Lamong Rendam 6 Desa di Balongpanggang Gresik
- Tanggul Kali Lamong Jebol, Permukiman Warga di Selatan Gresik Terendam Banjir
Data semenatara banjir di Kecamatan Benjeng mengakibatkan beberapa desa di kecamatan tersebut kebanjiran. Desa tersebut di antaranya Desa Bulurejo. Selain rumah terendam, jalan poros di desa tersebut juga terendam dengan ketinggian air 5 cm.
Desa Geluran Ploso. Selain rumah dan areal persawahan terendam, jalan poros di desa ini juga terendam dengan ketinggian air 5 cm.
Banjir serupa juga terjadi di Kecamatan Cerme. Desa yang terendam akibat luapan Kali Lamong di antaranya, Desa Morowudi. Puluhan rumah di desa tersebut terendam dengan ketinggian 20 cm. Begitu juga areal tambak dan persawahan.
Sementara banjir dampak luapan Kali Lamong yang melanda Kecamatan Menganti mengakibatkan Desa Gading Watu terendam. Ada 50 KK (kepala keluarga) yang terendam dengan ketinggian air 25 cm.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




