Menjelang Musim Kemarau Tiba, Petani Garam di Sumenep Cemas | BANGSAONLINE.com - Berita Terkini - Cepat, Lugas dan Akurat

Menjelang Musim Kemarau Tiba, Petani Garam di Sumenep Cemas

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Alan Sahlan
Selasa, 09 Juni 2020 20:30 WIB

Ilustrasi.

Suharto berharap, pemerintah segera menyerap garam dari petani dengan harga yang layak, tidak buru-buru membahas soal impor garam. Apalagi, akibat impitan ekonomi petani garam di saat pandemi Covid-19 saat ini, membuat petani garam semakin sulit.

“Yang kami inginkan garam produksi tahun 2019 lalu dibeli oleh pemerintah, tentunya dengan harga layak. Kalau tidak, maka dipastikan kami tidak akan punya tempat penimbunan hasil panen jika nanti kami menggarap lahan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sementara saat ini garam petani hanya dihargai Rp 350.000 per ton untuk KW1, sedangkan KW2 hanya Rp 250.000 per ton. Dan harga itu menurut petani masih jauh dari biaya produksi yang dikeluarkan.

"Oleh karenanya, sebagian besar petani tidak menjual garam hasil panen tahun 2019, sebab harganya minim sekali," keluhnya. (aln/zar)

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video