Korlap Aksi Jeannie Latumahina bersama para aktivis lainnya saat menyampaikan aspirasinya di depan Kantor DPRD Kabupaten Kediri. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sejumlah aktivis relawan perempuan dan anak beserta gabungan LSM Kediri Raya melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor DPRD Kabupaten Kediri dan Polres Kediri, Rabu (23/2).
Mereka menuntut dugaan kasus perkosaan anak di bawah umur di Kecamatan Puncu diusut tuntas.
BACA JUGA:
- Puskesmas Tiron Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp1 Miliar
- Antisipasi Kepadatan Kaliombo, Dishub Kota Kediri Siagakan Petugas dan Pantau Arus Lalin Lewat ATCS
- Antisipasi Tindak Kejahatan Jalanan, Polres Kediri Bentuk Tim Anti Begal
- PDIP Kabupaten Kediri Kurban 4 Sapi, Daging Dibagikan untuk Warga Prasejahtera
Menurut Jeannie Latumahina, korlap aksi, korban adalah siswi sebuah sekolah swasta di Kecamatan Puncu. Gadis yang masih 14 tahun itu diduga diperkosa oleh 9 orang pelaku yang notabene teman dari ayah kandung korban.
"Kejadiannya berlangsung tanggal 27 Desember 2021 sekitar pukul 10:15 WIB di rumah SN, kemudian berlanjut di pos siskamling pada pukul 18:15 WIB," ujarnya saat berorasi di depan kantor DPRD, Rabu (23/2).
Ia mengungkapkan, tindak perkosaan itu memang dilakukan di sejumlah tempat. Saat di pos siskamling, korban diperkosa oleh 3 pelaku. Kemudian berlanjut lagi di lokasi Alas Simpenan Desa Manggis, Kecamatan Puncu, pada pukul 22:05 WIB di hari yang sama, dengan 2 pelaku yang berbeda.
Setelah melakukan aksinya, para pelaku meninggalkan korban di Alas Simpenan, hingga baru keesokan harinya korban ditemukan oleh salah seorang warga. "Korban kemudian dibawa pulang dan diturunkan di sebelah timur rumah Ketua RT," ungkap Jeannie.
"Dua hari setelah kejadian itu, ada tetangga yang mengetahui dan seketika membawa korban ke RSUD Kabupaten Kediri di Pare bersama dengan bapak kandung korban pada 29 Desember 2021. Dari RSUD Pare, kemudian disarankan untuk segera ke Polres Kediri dan oleh pihak kepolisian diantar ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum. Saat ini hasilnya (visum) beserta barang bukti telah berada di Polres Kediri," paparnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




