Wahid Asa juga mengingatkan agar para Garda Muda NU ikut berpartisipasi aktif saat pelaksanaan Muktamar yang digelar tanggal 1-5 Agustus. Sebab, tidak hanya suap-menyuap yang berpotensi merusak muktamar, namun juga peluang kecurangan di setiap rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh beberapa oknum untuk memuluskan kepentingan politik kelompok.
Menanggapi kontroversi penerapan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) pada pemilihan Rais Am yang disosialisasikan PBNU, Ahmad Sujono menegaskan bahwa Munas-Konbes NU tidak pernah memutuskan AHWA untuk diterapkan pada pemilihan Rais Am.
“Bahkan saat itu pengurus wilayah menolak AHWA. Ini seperti dis-informasi yang disengaja oleh PBNU, mereka memberikan info ke daerah seakan-akan AHWA sudah disepakati dalam Munas-Konbes, padahal jelas-jelas saat Munas-Konbes AHWA ditolak, dan saat itu tidak ada keputusan,” ujar Sujono.
Sebagaimana diketahui, saat ini PWNU Jatim terus menyosialisasikan ke daerah-daerah bahwa AHWA seolah-olah sudah disetujui dan disepakati dalam Munas-Konbes, sehingga siap diterapkan dalam pemilihan Rais Am pada muktamar mendatang.










