
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Ratusan aktivis lintas ormas di Kabupaten Jember menggeruduk gedung dewan untuk menggugat Bupati Hendy Siswanto, Kamis (16/6/2022). Bupati dituding melakukan KKN dan melakukan pembohongan publik karena tak merealisasikan janji-janjinya, alias carpak (bahasa madura dari bohong).
Massa aksi terdiri dari Barisan Anak Rantau Jember (BARJ), Relawan Militan Jember (RMJ), Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FK-PAK), Relawan Jumadi Made (RJM), dan Barisan Solid Merdeka (BASOKA).
"KKN sudah berlebihan! Muhammad Nadif Ramdhani, menantu bupati dijadikan asisten pembangunan. Apa tidak ada pejabat bagian ymum yang pinter? Kok milih menantunya?!," kata salah satu orator, Jumadi Made.
Demo juga merupakan buntut dari proyek pengadaan beras bagi ASN di Jember. Sebab, pekerjaan itu diserahkan ke Koperasi Konsumen Jember Harmoni Sejahtera (KJHS) besutan Bupati Hendy.
"Ini hanya akal-akalan bupati saja, dan KJHS itu yang benar singkatannya Koperasi Haji Hendy Siswanto," ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa beras yang disediakan Koperasi KJHS tidak layak.
"Berasnya ada kutu hidupnya, masak puluhan ribu ASN suruh makan beras yang ada kutunya," imbuhnya.
Hal senada pun dilontarkan Presiden RMJ, Jay Rahmadi. Ia menyebut, kelayakan beras untuk ASN tidak sesuai standar.
"Beras ini banyak kutunya, dan sudah diuji, tidak layak disebut beras medium," akunya.
Menurut dia, proyek beras hanya menguntungkan beberapa pihak yang berada di lingkaran Bupati Jember.
"Saya melihat Koperasi KJHS ini hanya menguntungkan kelompok-kelompok Bupati Hendy. Kita bisa lihat siapa saja yang mengisi di struktur KJHS itu," tuturnya.
Menanggapi demo di depan gedung dewan, Anggota Komisi A DPRD Jember, Sunardi, menghampiri mereka dan mengatakan bahwa pihaknya tengah menyoroti hal tersebut (Koperasi KJHS).
"Ini sudah banter di DPRD. Nanti kami akan panggil yang bersangkutan. Kami juga menginginkan yang terbaik untuk masyarakat Jember," janji Sunardi. (yud/bil/mar)