Sarana Edukasi Generasi Masa Kini, Warga Margomulyo Bojonegoro Bikin Kampung Thengul

Wayang Thengul menggunakan perangkat boneka kayu bulat dan tebal. Bagian bawah dan kaki dibalut dengan pakaian dan kain (sarung) di mana tangan sang dalang masuk ke dalamnya. Dalang menggerak-gerakkan boneka tersebut dengan ibu jari dan jari telunjuk, sedangkan tiga jari lain memegang tangkai wayang.

"Boneka sebelah atas biasanya telanjang, kecuali pada beberapa pelawak dan pahlawan, memakai baju sikepan. Berbeda dengan wayang kulit pada umumnya, layar (kelir) yang digunakan terdapat lubang kotak di tengahnya, sehingga penonton juga dapat menyaksikan dari arah belakang layar. Wayang ini berbentuk boneka tiga dimensi dan biasanya dimainkan dengan diiringi Gamelan Pelog atau Slendro," ujarnya.

Kata dia, jalan cerita yang sering dimainkan dari kesenian itu lebih banyak mengambil cerita menak, seputar kisah Umar Maya, Amir Hamzah, Damar Wulan, Cerita Panji, sejarah Majapahit, dan kisah Betoro Kolo yang biasa dipentaskan untuk ruwatan.

"Dengan perkembangan zaman yang serba modern, kesenian ataupun budaya yang asli berasal dari Bojonegoro ini harus dilestarikan dan jangan sampai musnah di telan bumi," ucapnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: