Gelar GPM di 31 Titik, DKPP Bojonegoro Tekan Lonjakan Harga Pangan

Gelar GPM di 31 Titik, DKPP Bojonegoro Tekan Lonjakan Harga Pangan Warga antusias saat membeli komoditas pokok di pasar murah yang digelar DKPP Bojonegoro

BOJONEGORO,BANGSAONLINE.com - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 31 titik sebagai upaya menekan kenaikan harga bahan pokok.

Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menghadapi lonjakan harga pangan di pasar tradisional.

Sejumlah komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, hingga bumbu dapur seperti cabai dan bawang dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk intervensi langsung untuk menjaga daya beli masyarakat.

Menurutnya, konsistensi pemerintah dalam memantau harga di lapangan menjadi kunci utama menjaga stabilitas daerah.

Zaenal menjelaskan pemilihan lokasi GPM tidak dilakukan secara acak.

Pihaknya memprioritaskan wilayah dengan aksesibilitas tertentu atau daerah yang mengalami tren kenaikan harga pangan cukup tinggi.

Pemerintah daerah menargetkan pelaksanaan GPM sebanyak 31 kali dalam satu tahun di berbagai titik strategis di Bojonegoro agar manfaatnya merata.

"Kami sebar di berbagai lokasi agar manfaatnya luas. Harapannya, dengan frekuensi pelaksanaan yang intensif, kita dapat mengendalikan ekspektasi inflasi di tingkat konsumen secara bersama-sama," tandasnya. (van)