Karena itu, tegas dia, dalam pertemuan itu dirinya menyarankan agar PWNU Jawa Timur menyosialisasikan AHWA kepada PWNU lain di seluruh Indonesia. ”Kan yang ngotot mendukung AHWA PW (PWNU Jatim) dan Jateng,” katanya. Bahkan, menurut Kiai Imam Faqih Sudja’, PWNU Jatim dalam pertemuan di Ploso sudah memunculkan nama-nama kiai calon anggota AHWA.
”Tapi saya lupa nama-namanya. Yang pasti minus Kiai Hasyim Muzadi dan Said Aqil Siradj,” tuturnya. Jadi dalam pandangan PWNU Jatim Kiai Hasyim Muzadi dan Kiai Said Aqil Siradj tak masuk sebagai anggota AHWA.
Sikap PWNU Jawa Timur ini berbeda dengan mayoritas PCNU dan PWNU seluruh Indonesia yang mendukung Kiai Hasyim Muzadi sebagai Rais Am PBNU.
Kiai Imam Faqih Sudja' mengaku tak tahu apa motif dibalik PWNU Jawa Timur sangat ngotot mendukung AHWA.Padahal, menurut dia, sekarang terlalu mepet waktunya untuk menerapkan AHWA. Tapi sekali lagi, menurut dia, dirinya sam’an wata’athan terhadap PWNU Jawa Timur. ”Cuma nanti kita lihat sikap cabang-cabang dan PW-PW yang lain. Kan waktu bisa berubah,” katanya.










