Salah satu dewan di Sampang saat berebut mik dengan massa aksi. Foto: MUTAMMIM/BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Aksi penolakan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga BBM juga terjadi di Sampang. Massa yang tergabung dalam Aliansi Sampang Menggugat (ASM) dan berbagai organisasi menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (8/9/2022).
Aksi tersebut berlangsung ricuh. Silang pendapat antara dewan dengan massa aksi diduga menjadi penyebab kericuhan.
BACA JUGA:
- Diskopimdag Sebut Konflik Timur Tengah Belum Pengaruhi Harga Pangan di Sampang
- Bukan karena Konflik Timteng, Pemkab Sampang Sebut Stok LPG Dipengaruhi Permintaan Tinggi
- Konflik Timur Tengah Masih Panas, Disnaker Sampang Sebut Pengiriman Pekerja Migran Tetap Berjalan
- Heboh Isu Kenaikan Harga BBM per 1 April, Pertamina Tegaskan Belum Ada Pengumuman Resmi
"Salah satu anggota dewan tidak terima atas permintaan massa aksi, sehingga timbullah emosi yang tidak pantas dikeluarkan wakil rakyat di depan publik," kata korlap aksi, Risky, Kamis (8/9/2022).
Menurut Risky, massa bersitegang karena salah satu anggota dewan merebut mik pengeras suara saat hendak membacakan tuntutan masa aksi.
"Mik itu direbut oleh salah satu anggota dewan saat kami ingin membacakan tuntutan dari masa aksi," ungkapnya.
Ia menyayangkan sikap wakil rakyat di depan masyarakat. Menurutnya, sikap wakil rakyat yang seperti bisa ditiru oleh masyarakat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




