Mohamad Salim, Ketua Komisi I DPRD Sampang
SAMPANG,BANGSAONLINE.com - DPRD Kabupaten Sampang menyoroti persoalan kesejahteraan dan kepastian status guru PPPK paruh waktu dalam audiensi bersama Forum Guru dan Tenaga Kependidikan (FGTKN) di kantor DPRD Sampang, Senin (9/2/2026).
Ketua Komisi I DPRD Sampang, Mohamad Salim, mengatakan kondisi guru PPPK paruh waktu saat ini belum ideal meskipun mereka telah berstatus aparatur sipil negara (ASN).
BACA JUGA:
- Musim Tanam Tembakau Tiba, Permintaan Air Tangki di Sampang Melonjak
- Spa di HR Muhammad Diduga Pekerjakan Remaja di Bawah Umur, Kasatpol PP Surabaya Buka Suara
- Wakil Ketua DPRD Kota Batu Soroti Lapak PKL di Alun-Alun, Jalan Umum Berubah Jadi Pasar
- DPRD Surabaya dan PCNU Bahas Aspirasi Warga hingga Usulan Nama Jalan Pendiri NU
“Mereka sudah ASN, tapi kesejahteraannya masih menggantung,” ujarnya.
Menurut Salim, persoalan tersebut terjadi karena regulasi pembiayaan belum berjalan optimal.
Saat ini, pihak sekolah tidak diperbolehkan membayar, sementara tunjangan PPPK paruh waktu juga belum terealisasi.
“Sekolah tidak boleh membayar, sementara tunjangan PPPK paruh waktu belum turun,” jelasnya.
DPRD Sampang meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) untuk tidak menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




