PBNU Diduga Jual Tanah Milik NU di Batam, PWNU Kepri Kecewa Said Aqiel

Cuma hingga kini dia mengaku tak tahu apakah tanah itu sudah dijual atau belum. Yang pasti, menurut dia, sangat banyak orang yang berminat terhadap tanah tersebut. “Banyak yang mau beli karena pasirnya,” katanya.Lokasinya strategis dan harga tanah di Batam sangat mahal. Maklum, Batam adalah daerah otorita yang diproyeksikan sebagai “Singapura”-nya Indonesia.

Menurut dia, tanah milik NU itu diserahkan kepada PBNU agar dicarikan solusi karena PWNU Kepri tak mampu bayar UWTO. "Kalau solusinya dijual, di sini (PWNU) juga bisa," katanya.

Sementara KH Said Aqiel Siradj ketika dikonfirmasi HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com soal kasus tersebut tak menjawab. BANGSAONLINE.com mengirim SMS kepada dua nomor hand phone (Hp) milik Kiai Said Aqiel Sirajd untuk tabayun tapi tak dibalas.

Menurut catatan Wikipedia, mayoritas penduduk Batam beragama Islam. Sebanyak 76,69 % penduduk Batam beragama Islam. Kemudan diikuti penganut Kristen (17,02%), Budha (5,79%), dan Hindu (0,40%). Mesjid Raya Batam yang terletak di tengah kota, berdekatan dengan alun-alun, kantor walikota dan kantor DPRD menjadi simbol masyarakat Batam yang agamis. Agama Kristen dan Katholik juga banyak dianut oleh masyarakat Batam, terutama yang berasal dari suku Batak dan Flores. Agama Buddha kebanyakan dianut oleh warga Tionghoa. Batam memiliki Vihara yang konon terbesar di Asia Tenggara, yaitu Vihara Duta Maitreya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: