"Menyadari pentingnya acara santunan kepada anak yatim/piatu dan kaum dhuafa yang merupakan bagian dari perwujudan cinta tanah air Indonesia, dan supaya kita semua selamat dari julukan pendusta agama," tutur Kiai Tar.
"Keselamatan negara, kesehatan tanah air dan diri, bebas dari bahaya yang tidak kita inginkan, maupun dari dalam negeri atau luar negeri," tambahnya.
Ketua Umum Dhibra Shiddiqiyyah, Shofwatul Ummah, mengatakan santunan nasional ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun. Sedikitnya sudah 18 kali santunan ini dilaksanakan dengan total anggaran yang telah digelontor mencapai Rp38 miliar lebih.
"Total fakir miskin dan anak yatim tercatat 283 ribu lebih. Untuk tahun ini ada 30 ribuan fakir miskin dan anak yatim dengan total anggaran sebanyak Rp4 miliaran," terangnya.










