"Di sini berbeda. Di sini bisa menemukan metode baru, gak usah di-striping. Langsung dicampur secara alami, induk betina sama jantan digabung jadi satu tempat. Biasanya, kami memadukannya dua jantan dengan satu betina," terang Putra Pengasuh Pondok Pesantren Attahdzib, KH Ahmad Masruh ini.
Untuk prosesnya, lanjut Sina, selepas dzuhur ia bersama dengan para santri mengambil indukan. Esok paginya, indukan itu dipilih, lalu diangkat untuk diambil telurnya.
"Lalu kami masukkan ke tempat penetasan itu, ke pemijahan. Setelah telurnya menetas, kami tempatkan pada viber atau tempat untuk penampungan bibit-bibit larva bawal," ujarnya.











