Komisi D DPRD Kota Surabaya Gelar Nongkrong Kreatif Bersama Para Pemuda

Komisi D DPRD Kota Surabaya Gelar Nongkrong Kreatif Bersama Para Pemuda Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah bersama Ketua Karang Taruna Surabaya, Fuad Bernardi. Foto: M. Aulia Rahman/BANGSAONLINE.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Para pemuda di Kota Pahlawan menggelar Nongkrong Kreatif. Kegiatan bertajuk 'Peran Serta Pemuda dalam Pembangunan Kota Surabaya' itu berlangsung hari ini, Sabtu (22/10/2022).

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah, mengatakan bahwa Kota Pahlawan bisa dikatakan layak. Sebab, pemerintah daerah setempat dan dewan telah melakukan pemantauan terkait peran pemuda.

"Pemerintah Kota Surabaya, memfasilitasi para pemuda menjadi pengusaha, pelaku UMKM dengan memanfaat program yang ada di kota ini," tuturnya kepada BANGSAONLINE.

Ia menyebut, sejak dipimpin sebelum wali kota sekarang, Pemkot Surabaya sudah memfasilitasi para pemuda dengan program-programnya.

"Wali Kota Surabaya sebelum pak Ery Cahyadi, pemkot bersama DPRD Kota Surabaya, sudah membuat program untuk memperhatikan para pemuda di Surabaya," katanya.

Sementara itu, Pengusaha Muda, Fuad Bernardi mengatakan bahwa program Pemkot Surabaya tentang pemuda sangat banyak. Namun, untuk mendapatkan akses informasi itu agak sulit dan hal itu bukan untuk dijadikan halangan bagi pemuda.

"Program Pemerintah Kota Surabaya benar kata Bu Khusnul sangat banyak, namun informasinya belum tersampai hingga ke para pemuda. Hal ini jangan dijadikan halangan," katanya.

Ia mengatakan, dengan memanfaatkan sosial media,para pemuda juga bisa mendapatkan informasi-informasi program dari pemkot.

Fuad yang juga sebagai Ketua Karang Taruna Surabaya mengatakan, pihaknya akan menjadi penyambung lidah terkait aspirasi para pemuda jika ingin memanfaatkan program pemerintah.

"Saya disini juga menampung aspirasi teman-teman di Surabaya, untuk menyampaikan aspirasi atau keinginan pemuda yang berada di Surabaya ini," pungkasnya.

Dalam kegiatan itu, Havid, salah satu peserta juga menyampaikan aspirasinya terkait layaknya kota Surabaya menjadi kota layak Pemuda.

"Kota surabaya memang bisa dikatakan layak, karena para pemuda di kota ini, memanfaatkan fasilitas sosial media yang ada untuk pelaku UMKM," katanya

Menurutnya, Tidak perlu berlisensi atau berijazah, cukup dengan tekad yang kuat untuk menjadi pelaku UMKM atau pengusaha.

"Di era ini, tidak melihat pemudah berijazah maupun bersertifikat. Para pemuda di surabaya, bisa memanfaatkan sosial media untuk berjualan melalui Sosial Media," tutupnya. (mar)