Mendorong Batik Ikat Kontemporer Galuh Surabayan Jadi Ikon Pariwisata Kota Pahlawan

Batik ikat itu memiliki banyak potensi. Motif yang dibuat lahir dari proses kreatif bercampur dengan budaya kearifan lokal. Sehingga menghasilkan produk yang unik dan memiliki nilai pasar yang tinggi. Teknik ikat dipadukan dengan teknik coletan. Sehingga memunculkan corak dan warna yang khas.

Sayangnya hal tersebut tidak diimbangi dengan pengetahuan tentang manajemen bisnis yang memadai. Sehingga pasar produk yang sebetulnya luas terhambat dan sulit berkembang. Manajemen sumber daya yang kurang tertata menyebabkan produksi hingga profit kurang efisien.

Puncaknya saat Pandemi Covid-19. Kekacauan manajemen itu baru terasa hingga membuat usaha Galuh Surabaya omsetnya jeblok. Karyawan, meskipun hanya 2 orang, terpaksa dirumahkan.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: