Deklarasi Madrasah Toleransi MA Nurul Huda Sedati

Deklarasi Madrasah Toleransi MA Nurul Huda Sedati

Menurut Arwani, untuk sampai ke deklarasi tidak mudah. Prosesnya antara lain peningkatan SDM tenaga pendidikan yang bisa melakukan kreasi dan inovasi serta dapat bekerjasama dengan wali siswa. Hal ini semuanya sudah mampu dilakukan oleh Madrasah Aliyah Nurul Huda. Sebagaimana semboyannya MA NH yaitu, Berfikir, Berdzikir, dan Berkarya.

"Mohon ilmunya disampaikan kepada yang silaturahmi ke MANH untuk meniru menjadi ," Terang Arwani.

Sementara itu Ketua Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda, Misbahudin, menerangkan bahwa inti dari toleransi adalah bagaimana kita saling kenal, menghargai, dan menghormati. Dengan demikian dapat memperluas pemikiran serta wawasan, sehingga pikiran tidak mengerucut dan menjadi lebih luas pandangannya serta bisa berdampingan dengan sekolah negeri. Bahwasanya MA Nurul Huda sudah merefleksikan madrasah dan pesantren.

"Kita tidak boleh minder, tunjukkan jati diri kita di era global sekarang ini," tegasnya

Hal senada disampaikan oleh Musta'in, Kepala Bakesbangpol Sidoarjo, bahwa salah satu indikator toleransi itu adalah kita punya rasa empati terhadap orang lain tanpa memandang golongan atau agama apapun. Kalau ada kecelakaan contohnya, maka kita segera menolong. Itulah toleransi.

Hadir dalam acara ini adalah Pengawas Kantor Kemenag Kabupaten Sidoarjo, Pengawas Madrasah Kantor Kemenag Khoifullah, perwakilan SMPN 1 Waru, Iwan Fadli, Kepala Sekolah SMAN 1 Gedangan, Panoyo beserta Wakasek Mujiono.

Sedangkan para siswa MA Nurul Huda menyajikan "Tari Gema Etnik Nusantara" dan Seni Patrol yang pernah digelar dalam acara Festival Toleransi November yang lalu. (cat/git)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO