Simak Fenomena Hari Tanpa Bayangan Tahun 2023 di Indonesia. Foto: Ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerangkan bahwa Indonesia akan mengalami hari tanpa bayangan yang disebut juga kulminasi utama pada tahun 2023.
BMKG menjelaskan, kulminasi utama disebut juga transit atau istiwa' yang merupakan fenomena saat matahari berada tepat di posisi paling tinggi.
BACA JUGA:
- BREAKING NEWS! Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
Terjadinya deklanasi menunjukkan bahwa posisi matahari sama dengan lintang pengamat. Ketika hal tersebut terjadi, artinya posisi matahari berada tepat di atas kepala pengamat atau titik zenit. Bayangan benda tegak bakal terlihat menghilang sekitar 30 detik, baik sebelum maupun sesudah waktu puncak di setiap wilayah.
BMKG menjelaskan bahwa kulminasi utama diperkirakan terjadi ketika deklinasi matahari sama dengan lintang setiap kota. Misalnya, di Jakarta Pusat hari tanpa bayangan diperkirakan terjadi pada 5 Maret 2023 pukul 12.04 WIB. Sementara, kulminasi kedua di wilayah tersebut diperkirakan terjadi pada 9 Oktober 2023 pukul 11.40 WIB.
Secara umum, hari tanpa bayangan tahun 2023 terjadi antara 21 Februari di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 5 April 2023 di Sabang.
Fenomena yang sama juga berlangsung pada 8 September 2023 di Sabang, Aceh sampai 21 Oktober 2023 di NTT.
(ans)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




