Arab Saudi-Iran Rukun Lagi, Kini Sama Pro China, Tinggalkan Amerika?

Arab Saudi-Iran Rukun Lagi, Kini Sama Pro China, Tinggalkan Amerika? Dahlan Iskan

BEIJENG, BANGSAONLINE.com – atau terus mencari pengaruh dunia. Negara komunis yang dipimpin Xi Jinping itu berusaha menciptakan politik ketergantungan baru bagi negara-negara di dunia. (AS) yang selama ini menjadi negara super power dunia dan menjadi icon kapitalisme mulai tersaingi .

Kini semua negara – termasuk negara berpenduduk Muslim – dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama pahit; berkiblat ke atau AS, sesuai kepentingannya. Tak terkcuali dan yang sejak lama konflik akibat Saudi mengeksekusi ulama besar aliran syiah: Nimr Baqir Al Nimr.

Tapi benarkah kini sukses merukunkan dan ? Silakan baca tulisan wartawan kondang, Dahlan Iskan, di BANGSAONLINE hari ini, Ahad, 12 Maret 2023. Selamat membaca

JUMAT keramat dirayakan di Beijing Jumat lalu. Hari itu berhasil merukunkan kembali dan .

Dua negara Islam itu pun sepakat menjalin hubungan diplomatik kembali. Pun siap membuka kedutaan masing-masing. Konkret sekali waktunya: paling lama dua bulan ke depan.

Maka berita besar dari Beijing, minggu ini, tidak hanya soal lahirnya Mao Zedong baru di sana. Juga soal berakhirnya ketegangan antara yang sunni dan yang syiah.

Empat hari lamanya wakil Saudi dan berunding di Beijing. Itu sebagai klimaks dari kunjungan Xi Jinping - -Si Mao Zedong baru-- ke beberapa bulan lalu. Disusul kunjungan Presiden Ebrahim Raisi ke Beijing belum lama ini.

Maka telah mulai menggeser pun di bidang diplomatik. memang sudah lama menjadi tempat curhat . Yakni setelah negara itu dikucilkan Amerika dan Barat. Minyak diam-diam mengalir ke , ketika sulit mendapat pasar internasional.

Negara seperti Indonesia pun takut membeli minyak . Padahal murah sekali. Saya pernah ke menjajaki kemungkinan itu. Pada akhirnya tidak bisa jadi kenyataan.

Indonesia tidak mau ambil risiko.

bukan tidak punya risiko di . Anda sudah tahu: Putri Mahkota Huawei sampai disekap di Kanada dua tahun: Meng Wenzhou. Menderita sekali pun ketika disekap di rumah mewah.

Risiko lain sudah terjadi: Huawei gagal lekas-lekas menjadi nomor satu di dunia.

Tapi memang kuat. Termasuk nyalinya. Mendapat sanksi Amerika begitu bertubi-tubi tetap bisa tegak melebihi subuh. Misalkan itu menimpa Indonesia siapa bisa berani menanggung akibatnya.

Kesepakatan rukun kembali dua negara Timteng itu sekaligus menandakan tidak lagi sepenuhnya menjadi satelit Amerika.

Di Beijing mereka sampai memutuskan nama duta besar masing-masing. Nama duta besar sudah harus siap begitu Lebaran selesai.

Setelah itu Xi Jinping akan berkunjung ke . Saat ke Beijing, Ebrahim memang mengundang Presiden Xi. Dan undangan itu langsung diterima dan disanggupi.

Bisa jadi akan menjadi negara pertama yang dikunjungi Xi Jinping setelah berhasil mendapatkan periode ketiga jabatannya. bukan negara yang punya keterikatan sopan santun diplomatik. Ia tidak harus mengutamakan berkunjung ke negara mana dulu sebelum ke .

Beda dengan pemimpin baru Jepang. Ia belum berani ke negara lain sebelum ke Amerika. Pun Korea Selatan. Dan banyak negara lain.

Afrika kini juga hampir total beralih pandang ke . Bahkan dengan narasi emosional: Barat datang ke Afrika untuk menindas dan memiskinkannya, datang ke Afrika untuk membangunnya.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Prof KH Imam Ghazali: Ajaran Wahabi Sudah Tak Relevan, Raja Saudi Tertarik Islam Moderat':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO