
Menurut Edwin, imbas dari keterlambatan ini sangat besar. Salah satunya adalah gagalnya pelaksanaan proyek PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) di akhir tahun. Selain itu, sempitnya waktu pelaksanaan membuat kuantitas proyek akan terabaikan karena rekanan dikejar waktu (deadline).
Soal minimnya serapan anggaran ini, Wali Kota Masud Yunus berpandangan lain. Mas'ud beranggapan bahwa penyerapan anggaran bukan tergantung individu dan tidak ada masalah dengan mutasi lalu.
"Serapan anggaran bukan tergantung individu tapi sistem. Kalau sekarang serapan anggaran baru 30 persen karena ini baru menginjak triwulan kedua. Memang demikian," jawab Wali Kota enteng.
Wali Kota berusaha meyakinkan bahwa semua sudah terschedule dengan baik. "Jadi gini, semua ada schedulenya. Kalau sekarang baru 30 persen nanti pada triwulan ketiga dan keempat serapan harus 45 persen-55 persen. Demikian berikutnya sampai habis akhir tahun," jawabnya.









