Pemkot Mojokerto Raih UHC Awards 2026 Kategori Utama

Pemkot Mojokerto Raih UHC Awards 2026 Kategori Utama Sekdakot Mojokerto saat menerima penghargaan.

KOTA MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Pemkot Mojokerto kembali meraih Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 dengan kategori Utama. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur BPJS Kesehatan di Jakarta.

Dengan capaian ini, masyarakat Kota Mojokerto dapat mengakses layanan kesehatan lebih mudah, merata, dan berkelanjutan melalui program JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional. Warga tidak lagi terkendala biaya saat membutuhkan layanan kesehatan.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita, menegaskan penghargaan UHC merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi hak dasar masyarakat. 

“Penghargaan ini adalah komitmen kami untuk memastikan seluruh warga Kota Mojokerto, tanpa terkecuali, mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan berkualitas,” ucapnya.

Kota Mojokerto bukan kali pertama menerima penghargaan tersebut. Sejak 2017, Pemkot Mojokerto konsisten mempertahankan standar cakupan kepesertaan JKN dan tingkat keaktifan peserta. 

UHC Awards diberikan kepada daerah yang memenuhi indikator kepesertaan JKN hampir menyeluruh serta keaktifan peserta berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Elke Winasari, menyebut UHC sebagai wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat. 

“Dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Mojokerto dalam mendaftarkan dan menjamin kepesertaan warganya, proteksi kesehatan masyarakat menjadi semakin kuat dan merata,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga 1 Januari 2026 cakupan kepesertaan JKN di Kota Mojokerto mencapai 99,71 persen dengan tingkat keaktifan 95,20 persen. 

Capaian tersebut menempatkan Kota Mojokerto pada kategori Utama, sementara Kabupaten Mojokerto dengan cakupan 99,47 persen dan tingkat keaktifan 82,99 persen masuk kategori Pratama.

Ning Ita menegaskan Pemkot Mojokerto akan terus memperkuat sinergi dengan fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan agar layanan JKN berjalan optimal. 

“Ke depan, tantangan kita adalah bagaimana terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan agar masyarakat merasa aman, nyaman, dan terlindungi,” katanya. (ris/mar)