Ketua LBMNU Tuban, Arifuddin. (foto: suwandi/BANGSAONLINE)
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pengurus cabang Lembaga Bahstul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Tuban sampai saat ini masih menunggu kadatangan bahan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait materi yang akan dibahas pada Muktamar NU 1-5 Agustus 2015 mendatang.
“Benar sampai saat ini kami masih menunggu kedatangan materi dari PBNU terkait yang akan dibahas pada Muktamar NU pada agustus 2015 mendatang,” kata Ketua LBMNU Tuban, Arifuddin ketika dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Senin (8/7).
BACA JUGA:
- Juga Beredar Surat PBNU Tanda Tangan Tunggal Gus Yahya, Tanpa Rais Aam, untuk Presiden
- Kiai Miftah Bantah Hadang Pesantren Lirboyo Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
- Muktamar ke-35 NU: Dari Politik Figur Menuju Politik Gagasan di Tengah Disrupsi Zaman
- Soroti Muktamar ke-35 NU, Poros Muda NU: Harus Lahirkan Pemimpin Baru Sesuai Harapan Warga Nahdliyin
Menurutnya, PCNU Tuban melalui LBMNU merupakan salah pengurus cabang yang ditunjuk oleh PBNU untuk membahas materi Muktamar yang akan dibawa kedalam bahstul masail. Akan tetapi, sampai detik ini pengurus belum sama sekali menerima materi tersebut. Bahkan, ketika ditanya pada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, PWNU mengatakan bahwa materi tersebut belum sampai.
“Saat kami tanyakan pada PWNU materinya ternyata juga belum ada,” ungkap guru MA Mambaul Futuh Jenu, Tuban ini.
Diceritakan Arifuddin, materi tersebut rencananya bakal datang pada awal mei 2015 lalu. Namun, sampai saat ini materi tersebut tidak kunjung turun ke cabang.
“Kalau sampai pada pertengahan bulan ini materi tersebut tidak turun-turun, maka dipastikan pembahasaan materi tersebut dilakukan setelah idul fitri. Tidak mungkin kita akan melaksanakan bahstul masail pada saat bulan ramdhan,” tambahnya.
Kendati demikian, pengurus mengatakan tetap menunggu kedatangan materi tersebut. “Soal persiapan kami sudah oke, baik dari segi tempat dan persiapan acara sudah clear semua, tinggal nunggu materi dari PBNU saja,” tutupnya. (wan/rvl)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




