Fenomena El Nino Dapat Berpotensi Kebakaran Hutan. Foto: Ist
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Fenomena El Nino dapat berpotensi melipatgandakan kerentanan peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2023 ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Peneliti dan Analisis Data Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pantau Gambut Almi Ramadhi.
BACA JUGA:
- Antisipasi Kemarau, Bupati Yuhronur Siapkan Strategi Amankan Status Lamongan sebagai Lumbung Pangan
- Target Swasembada Pangan, Pemkab Lamongan Siapkan Strategi Hadapi Kemarau 2026
- Kemenhut Pastikan Terus Siaga Tangani Karhutla Selama Ramadhan
- Viral Pengendara Motor di Surabaya Bawa Kardus Berisi Barang Harga Rp70 Jutaan
"Potensi kerentanan karhutla yang ada dapat berlipat ganda karena dimulainya El Nino pada pertengahan tahun 2023 ini", ujar Almi.
Pernyataan Almi tersebut berdasarkan prediksi Climate Prediction Center (CPC-NOAA) yang menyebutkan adanya signifikansi peningkatan suhu permukaan laut sejak bulan Mei 2023.
Berdasarkan pendekatan historis dan kondisi yang ada potensi karhutla diprediksi terjadi pada bulan Februari hingga Maret 2023.
Kondisi tersebut disusul pada bulan Juli hingga Oktober.
"Terdapat anomali kekeringan mengakibatkan uap air yang berada di Indonesia tertarik ke Samudera Pasifik yang artinya akan terjadi kekeringan ekstrem di Indonesia", tuturnya.






