Dahlan Iskan. Foto: merdeka
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Hilirisasi nikel yang
dibanggakan pemerintah ternyata tak akan bertahan lama. Kenapa? Karena bahan
mentah nikel ternyata sangat terbatas. Bahkan sudah hampir habis.
Loh? Benarkah? Simak tulisan wartawan kondang yang juga mantan menteri BUMN Dahlan Iskan di BANGSAONLINE edisi Jumat 1 September 2023 di bawah ini. Selamat membaca:
BACA JUGA:
- Dahlan Iskan Pernah Tak Naik Kelas karena Sibuk Manggung Ikut Orkes
- Keren! Bahas Financial Freedom, Dahlan Iskan Tampil Energik di Depan Santri MBI Amanatul Ummah
- Dahlan Iskan Kunjungi Kota Pudak, Wakil Bupati Gresik Jabarkan Pelbagai Potensi Lokal
- Mabes Polri Hentikan Kasus Dahlan Iskan, Ini Kata Kuasa Hukumnya
BULAN madu sukses hilirisasi nikel rasanya belum usai. Sudah muncul kehebohan baru: cadangan bahan mentah nikel sudah kritis. Tinggal untuk 6 tahun. Yakni untuk bahan baku yang kualitas baik. Atau tinggal 30 tahun. Untuk kualitas yang kurang baik.
Itu pun kalau tidak berdiri smelter-smelter baru. Itu pun kalau produksi nikel tidak lebih besar lagi dari yang sekarang: sekitar 3,5 juta ton/tahun .
Enam tahun itu sangatlah pendek. Hanya sekitar satu masa jabatan presiden atau kepala daerah. Begitu pendek ternyata jumlah cadangan nikel kita. Atau begitu rakus pengedukannya.
Bahan mentah nikel kualitas baik pada dasarnya memang tidak lagi besar. Sudah habis diekspor berpuluh tahun. Bahwa yang kurang baik masih bisa untuk 30 tahun itu karena tidak pernah ada yang diekspor.
Yang disebut “kualitas baik” adalah yang kadar nikel dalam tanah mencapai 1,5 persen sampai 1,8 persen. Artinya, setiap 1 ton tanah yang mengandung nikel, setelah diproses di smelter, menghasilkan 15 kg nikel.
Sedang yang disebut kurang baik adalah yang kandungan nikelnya antara 0,8 persen sampai 1,2 persen.
Tanah yang mengandung nikel itu disebut ore. Ketika ekspor bahan mentah masih diizinkan, hanya ore kualitas tinggi yang diekspor. Bayangkan kita pernah ekspor tanah besar-besaran–meski istilahnya ekspor ore.
Kebiasaan lama ekspor ore kualitas tinggi itu rupanya sulit dihentikan. Pun ketika jalan resmi ditutup. Mereka mencari jalan gelap. Terbongkar. Sampai 5 juta ton. Setara dengan hampir 2.000 tongkang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




