Gus Ipul saat membuka UMKM Digital Festival yang digelar oleh Telkom Indonesia Witel Pasuruan.
KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf membuka secara resmi UMKM Digital Festival (Digifest) yang digelar oleh Telkom Indonesia Witel Pasuruan, Selasa (12/9/2023).
Festival yang berlangsung selama dua hari, yakni 12-13 September 2023, ini dimanfaatkan sejumlah UMKM lokal Kota Pasuruan untuk mempromosikan produknya. Gus Ipul juga menyempatkan untuk meninjau both milik UMKM peserta festival yang berjajar di halaman Kantor Telkom Kota Pasuruan. Beberapa produk lokal unggulan ikut andil dalam festival ini.
BACA JUGA:
- Wali Kota Pasuruan Minta Masyarakat Teladani Nabi Ibrahim saat Peringati Idul Adha 2026
- Ikut Rakor TPID, Wali Kota Pasuruan Bahas Pengendalian Inflasi Jelang Idul Adha 2026
- PLN Jawa Timur Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Lewat Sinergi Bersama Pemda dan Stakeholder
- Kota Pasuruan Masuk Finalis Kota Ramah Lansia Jatim 2026
Ia mengapresiasi dan menyambut baik inisiasi Telkom Indonesia Witel Pasuruan yang telah menggelar festival UMKM. Menurutnya, hadirnya festival semacam ini turut mendukung percepatan kemajuan UMKM dan perekonomian Kota Pasuruan.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kegiatan seperti ini pada dasarnya turut mendukung percepatan kemajuan Kota Pasuruan secara umum, khususnya bidang ekonomi,” ujar wali kota yang karib disapa Gus Ipul tersebut.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul meminta para pelaku UMKM untuk dapat melebarkan sayap dengan memanfaatkan teknologi. Sebab transformasi digital sudah menjadi suatu keharusan bagi para pelaku usaha agar dapat bertahan dan terus berkembang.
“Kita semua harus bertransformasi, teman-teman UMKM harus bertransformasi, bagaimana menjalankan usaha disesuaikan dengan kebutuhan hari ini, sehingga usaha kita tidak hanya dapat bertahan, tapi juga dapat terus berkembang dengan mengikutkan tekonologi dalam mengembangkan usaha kita,” kata Gus Ipul.
Lebih lanjut, Gus Ipul menuturkan bahwa UMKM menjadi penopang utama perekonomian di Indonesia. Mengingat, daya serap tenaga kerja oleh UMKM yang sangat besar.
“Yang diserap oleh UMKM itu tenaga kerjanya lebih dari 90%, sementara usaha besar tidak lebih dari 5%. Inilah kekuatan ekonomi kita yang harus dijaga bersama,” terangnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




