"Saya tidak berpikir sebelumnya mempunyai rumah bagus. Dan saya juga tidak mengenal dengan yang membangun rumah ini sebelumnya," tutur Karnianto.
Pria yang tidak tamat pendidikan sekolah dasar (SD) tersebut menceritakan, awalnya pada tanggal 14 September lalu dihubungi seorang pengurus Opshid DPD Ngawi. Ia pun terkejut. Apalagi Karnianto tidak mengenal para pengurus maupun organisasi tersebut.
"Saya hanya dihubungi melalui HP kalau rumah saya ini akan dirobohkan. Setelah bertemu langsung, baru diberitahu kalau saya dibangunkan rumah dan saya disuruh membersihkan isi dan barang-barang," jelasnya.
Selanjutnya pada tanggal 17 September, pengurus Opshid FKYME DPD Ngawi melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda diawalinya pembangunan rumah dengan luas 5,5 x 8 meter tersebut.










