Gubernur menyampaikan, salah satu upaya yang dijalankan adalah dengan penerbitan 188.135 sertifikat halal bagi pelaku usaha di Jatim sejak September 2021 hingga Oktober 2023. Dan fasilitasi sertifikasi halal sebanyak 156.188 sertifikat yang terbit dari 241.261 pengajuan melalui Program SEHATI (Sertifikasi Halal Gratis) BPJPH hingga 21 Oktober 2023.
"Percepatan sertifikasi industri halal Jawa Timur harus terus dilakukan di berbagai forum strategis agar sertifikasi halal bisa tercapai maksimal, efektif serta secepat mungkin," tambahnya.
Saat ini di Jawa Timur terdapat infrastruktur halal dengan rincian 45 halal center, 45 lembaga pendamping proses produk halal, 44 rumah potong unggas, 33 rumah potong hewan ruminansia, 11 lembaga pemeriksa halal, dan 12.898 petugas pendamping.
Menurutnya, sertifikasi ini berperan penting bagi pemilik usaha untuk masuk ke dalam industri halal. Mengingat potensi pasar halal global terus menanjak seiring dengan peningkatan permintaan produk halal di sektor makanan, pariwisata, fesyen, media, farmasi dan kosmetik, rekreasi, serta keuangan syariah.










