M. Tabrani, Wartawan Asal Madura yang Ditetapkan sebagai Pahlawan juga Warga NU

Yang menarik, di depan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, Ami Primarni juga mengatakan bahwa ayahnya, M. Tabrani juga warga NU. “Keluarga kami banyak yang NU,” kata putri bungsu M. Tabrani yang berprofesi sebagai dosen.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE, salah satu jasa menonjol M. Tabrani terhadap bangsa dan negara Indonesia adalah gagasannya tentang Kongres Pemuda. Pejuang yang alumnus University of Cologne Jerman itu dikenal sebagai penggagas Kongres Pemuda yang kemudian melahirkan Sumpah Pemuda.

Tabrani juga penggagas bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Gagasan Tabrani ini berbeda dengan pendapat Moh. Yamin yang mengusulkan bahasa persatuan adalah bahasa Melayu.

Dan – seperti kita ketahui – pendapat M. Tabrani yang diterima para pemuda. Sehingga narasi dalam Sumpah Pemuda termaktub: “Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: