Disebutkan, pengerjaan pembangunan dikerjakan pihak pemborong dari luar desa yakni dari Mojoagung.
"Sebelumnya juga terdapat bangunan lapak desa di sisi selatan, yang menurutnya belum berjalan efektif pada beberapa bidak lapak, dengan nilai proyek sekitar Rp 100 juta," katanya.
Namun, lanjut Rikardi, saat ini dilakukan pembangunan lapak baru di sisi utara dengan nilai anggaran lebih besar.
"Ada bangunan lagi dengan nilai Rp150 juta hanya untuk bikin kanopi dan paving," ucapnya.










