Mengulik sejarah kawasan Peneleh sama halnya dengan menelusuri jejak sejarah Kota Surabaya. Surabaya telah melewati perjalanan panjang selama berabad-abad lamanya. Mulai dari masa prakolonial (masa klasik Indonesia dan VOC (1602-1799)), kolonial (1800-1945), kemerdekaan (1945-1949), serta pascakemerdekaan (1950-sekarang).
Begitu juga dengan kawasan Peneleh yang telah mengalami hal yang serupa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peninggalan bersejarah yang mewakili peradaban pada masa-masa tersebut.
Kawasan Peneleh yang diapit dua sungai/kali yakni Kali Mas dan Kali Pegirian ini diduga merupakan kampung tertua di Kota Surabaya. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya sebuah sumur tua peninggalan era Kerajaan Majapahit (1293-1527). Keberadaan Sumur Jobong di Kampung Pandean Gang I ini dikuatkan juga dengan temuan tulang-belulang manusia yang diperkirakan hidup sekitar tahun 1430-an.
GH Von Faber, seorang sejarawan dan budayawan kelahiran Surabaya. Ayahnya Jerman-Belanda, serta ibu Belanda. Dia mengatakan, Peneleh sudah ada sejak tahun 1270. Hal ini ditulis dalam bukunya yang berjudul "Er Werd Een Stad Geboren" terbitan tahun 1953.










