"Umpani jawah mboten sadean, kademen kulo, sikil rasane ngetok-ngetok, rematik (kalau hujan tidak jualan, kedinginan saya, kaki rasanya sakit, rematik)," kata penjual roti berusia 60 tahun itu.
Dari jualan keliling, Karnoto bisa mendapatkan uang Rp200 ribu. Uang itu, ketika dikurangi setoran ke juragan roti hasil bersih yang diterima Rp44 ribu. Dengan hasil yang di dapat, Karnoto sangat bersyukur.
Di rumahnya, bapak 3 orang anak ini tinggal bersama istri, seorang anak perempuan beserta suami dan seorang cucu. Selain Karyoto yang bekerja berjualan roti keliling, menantunya bekerja di pabrik saos.
Mendengar pengakuan penjual roti itu, Mas Dhito menawarkan untuk membantu. Pertama, dia menyarankan supaya Karnoto mau operasi katarak.










