Perhatikan Wilayah yang Terdampak Fenomena Bediding di Indonesia. Foto: Ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Fenomena bediding merupakan kondisi yang ditandai dengan suhu udara terasa sangat dingin pada malam hingga pagi hari.
Ida Pramuwardani selaku Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengatakan bahwa fenomena bediding ditandai dengan suhu udara yang turun drastis pada malam hingga dini hari.
BACA JUGA:
- Viral Pengendara Motor di Surabaya Bawa Kardus Berisi Barang Harga Rp70 Jutaan
- Viral! Siswa SD di Probolinggo jadi Korban Bullying, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Jambret Apes! Nekat Gasak Perhiasan Emak-emak di Blitar, Ternyata Emas Imitasi
- Polemik Yai Mim dan Sahara, Gus Yusuf Minta Alumni Tebuireng Jaga Adab
Sebutan bediding berasal dari kata serapan Bahasa Jawa yakni "Bedhidhing" artinya perubahan suhu yang mencolok, khususnya di awal musim kemarau.
Ida mengatakan bahwa perubahan suhu tersebut bisa mencapai titik beku.
"Fenomena bediding umum terjadi di Indonesia. Puncaknya terjadi pada musim kemarau terutama pada Juli sampai September," ujar Ida.
Fenomena bediding termasuk hal normal karena berkaitan dengan kondisi atmosfer yang terjadi saat musim kemarau.
Fenomena bediding disebabkan oleh beberapa faktor yaitu udara kering, langit cerah dan topografi.
Selama musim kemarau, hujan jarang terjadi sehingga membuat langit menjadi lebih cerah.
Menurut Ida, langit cerah pada malam hari menyebabkan radiasi panas dari permukaan bumi terpancar ke atmosfer tanpa hambatan. Hal itu mengakibatkan penurunan suhu yang signifikan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




