“Sebelumnya saya tidak mempunyai cita-cita untuk jadi Rektor, apalagi ambisius, malahan tidak ada sama sekali. Tapi tidak tau kenapa kok tetap jadi Rektor,” ungkap Supiana Dian Nurtjahyani kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (1/9).
Menurutnya, diangkat sebagai Rektor adalah sebuah amanah yang harus dijaga di mana saat ini kondisi kampus tenganh dirundung masalah. “Karena saya dibesarkan dari IKIP maupun Unirow, sudah sepantasnya menerima kenyataan ini, meskipun sebelumnya saya menolak,” jelasnya.
Diceritakan Dian, sebelum ditunjuk menjadi Rektor oleh ketua Yayasan PPL-PT PGRI Tuban Totok Supijono, sempat terjadi tarik ulur. Bahkan, ia sempat melakukan sholat istikhoroh secara berulang-ulang lantaran ingin mendapatkan petunjuk.
“Setelah ditunjuk sebagai Rektor, belum tak terima dulu. Terus saya melakukan sholat berulang-ulang mas, dan Alhamdulillah ada jawaban,” ungkap perempuan jebolan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini.










