BLITAR, BANGSAONLINE.com - Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meminta maaf kepada keluarga korban Partai Komunis Indonesia (PKI) yang telah menjadi korban pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pada saat zaman orde baru ditolak dengan tegas oleh Nahdlatul Ulama.
Hal ini ditegaskan oleh KH Said Aqil Siradj. Menurutnya, NU menolak dengan tegas rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan meminta maaf kepada keluarga korban Partai Komunis Indonesia (PKI) karena dianggap tidak perlu.
BACA JUGA:
- Roy Suryo dan Rismon Sianipar Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Polisi Ungkap Dua Klaster
- KPK Dianggap Tak Masuk Akal, Mahfud MD: Jika Mau Selidiki Dugaan Mark up Whoosh Tak Perlu Laporan
- DPD PSI Gresik Klaim Sejumlah Kader Partai Siap Bergabung
- Wow! Jokowi Targetkan PSI Raih 30 Kursi DPR, Butuh Dana Rp 2,5 Triliun
“Saya tidak sependapat dengan rencana tersebut, karena itu tidak perlu,” kata KH Said Aqil Siradj usai memberikan Tausiah pada acara Halal Bi Halal Nahdlatul Ulama Cabang Kabupaten Blitar yang diikuti oleh seluruh pengurus NU mulai tingkat Ranting, MWC dan Cabang di Kampung Cokelat, Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.
Pihaknya juga menegaskan selain NU, TNI juga sependapat agar Presiden Jokowi tidak melakukan hal tersebut. Pasalnya menurutnya Presiden tidak perlu melakukan hal tersebut. “NU dan TNI tidak sependapat dan tidak usah minta maaf,” tegasnya yang juga didampingi Ketua Tanfidz NU Kabupaten Blitar, KH Masdain Rifai, Bupati Blitar, Herry Noegroho, Wakil Bupati Blitar, Rijanto serta beberapa pengurus NU Kabupaten Blitar dan Pejabat Pemkab Blitar.
Di sisi lain pihaknya juga berharap kepada Pemerintah lebih fokus terhadap perekonomian di Indonesia yang saat ini nilai tukar dollar mencapai Rp 14 ribu. Sehingga pihaknya berharap kepada pemerintah memiliki strategi yang jitu untuk menurunkan nilai tukar rupiah terhadap dolar. “Saya yakin Pemerintah memiliki strategi yang jitu, sehingga kami berharap strategi tersebut bisa segera dilaksanakan untuk menolong perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Pihaknya juga berharap kepada masyarakat untuk menggerakkan perekonomian mikro yang selama ini sudah berjalan serta meningkatkan ekonomi kreatif mengingat selama ini sebagian besar jumlah masyarakat menengah ke bawah merupakan warga Nahdliyin.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




