Korban Begal di Surabaya Tolak Ajakan Damai Pelaku

Korban Begal di Surabaya Tolak Ajakan Damai Pelaku Driver taksi online yang menjadi korban begal di Surabaya.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kasus pembegalan dan percobaan pembunuhan terhadap driver taksi online yang merupakan warga Keputran Panjunan bernama Pujiono (47) terus berlanjut.

Pelaku Maria Livia (24) tinggal di apartemen Amor Mulyosari, Mulyorejo, sekarang dititipkan di Rutan Polrestabes terhitung Rabu (2/10/2024). Dari kejadian itu, kini memasuki babak baru tentang upaya pihak keluarga pelaku untuk mengajukan damai dengan pihak korban.

Isu itu bermula dari salah satu pihak anak korban bernama Dimas saat didampingi Hartono selaku kuasa hukumnya, mendatangi pada Rabu (2/10/2024) malam.

Dimas dihubungi oleh salah satu pihak anggota , di mana pihak kuasa hukum pelaku Maria Livia ingin bertemu dan mencoba komunikasi membahas tentang perdamaian alias restorative justice.

“Jadi keluarga korban ditelepon oleh pihak atas permintaan kuasa hukum pelaku. Tujuannya ingin mengajukan perdamaian. Namun saat anak korban dan saya datang ke ternyata pembahasan itu batal terjadi,” ujar Hartono, Kamis (3/10/2024).

Hartono juga menambahkan tentang langkah-langkah apa yang akan ditempuh oleh pihak keluarga korban. Pihaknya tidak ingin kasus ini berhenti dan ada perdamaian. “Kasus ini tidak bisa berhenti harus dilanjutkan. Jadi pihak keluarga korban menolak adanya perdamaian. Karena pelaku Ini bukan hanya merampas mobil korban, namun ada upaya percobaan pembunuhan karena terbukti beberapa kali melakukan penusukan,” tambah Hartono.

Lihat juga video 'Razia Balap Liar, Polrestabes Surabaya Amankan dan Proses Hukum Joki ':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO