Kiai Azaim Ibrahimy: Waktu Muktamar ke-33, Para Pendiri NU Berkumpul di Makkah

Kiai Azaim Ibrahimy: Waktu Muktamar ke-33, Para Pendiri NU Berkumpul di Makkah KH Syaikh Ali Akbar Marbun, Prof Dr KH Malik Madani, KH Salahuddin Wahid, KH Mu'thy Nurhadi, KH Ahmad Azaim Ibrahimy dan kiai lainnya saat acara napak tilas pendirian NU di Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan Madura Jawa Timur. Foto: BANGSAONLINE.com

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Tiga poros cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) bersama puluhan para kiai melakukan napak tilas pendirian NU di Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan Jawa Timur, Kamis (3/9/2015). Tiga poros cucu pendiri NU itu adalah keturunan Syaikhona Kholil bin Abdul Latif Bangkalan, Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari Tebuireng dan KHR As’ad Syamsul Arifin Asembagus Situbondo Jawa Timur.

Dari dzurriah atau keturunan Syaikhona Kholil tampak KH Fachrillah Abdullah Schal, KH Nasikh Abdullah Schal, KH Imam Buchori Kholil AG dan beberapa kiai yang lain. Dari Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari hadir KH Salahuddin Wahid (Gus Solah),sedangkan dari KHR As’ad Syamsul Arifin tampak hadir KHR Ahmad Azaim Ibrahimy.

Kiai Fachrillah Abdullah Schal dan KH Nasikh Abdullah Schal adalah pengasuh Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan. Gus Solah, pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang dan Kiai Azaim Ibrahimy adalah pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyyah Asembagus Sukorejo Situbondo.

Selain para keturunan pendiri NU itu tampak hadir KH Syaikh Ali Akbar Marbun (Medan Sumatera Utara), Prof Dr KH Malik Madani (mantan Katib Am Syuriah PBNU), KH Mu’thy Nurhadi (Mudir Am JATMAN), KH Sarif Damanhuri (Ketua MUI Bangkalan) dan puluhan kiai lain.

Dalam sejarah pendirian NU Kiai Kholil Bangkalan mengutus santrinya, Kiai As’ad Syamsul Arifin untuk menemui Kiai Hasyim Asy’ari di Tebuireng Jombang. Lewat Kiai As’ad, Kiai Kholil memberikan tasbih dan tongkat kepada Kiai Hasyim Asy’ari. Kiai Kholil juga memberi ijazah agar Kiai Hasyim selalu membaca asmaul husna, yaitu Ya Jabbar dan Ya Qohhar.

Tasbih dan tongkat itu simbol restu bahwa Kiai Hasyim Asy’ari sudah waktunya untuk mendirikan NU. Karena itu Kiai Hasyim Asy’ari bersama para kiai lain, seperti KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Bisri Syamsuri dan para kiai lain kemudian mendirikan NU. Jadi pendirian NU itu meliputi tiga poros, yaitu Bangkalan, Situbondo dan Jombang. ”Ada sekitar 40 kiai saat itu. Dari Bangkalan diantaranya Syaikhona Kholil dan menantunya, Kiai Muntaha,” kata Kiai Azaim Ibrahimy ketika memberi pemaparan di depan para kiai.

Karena itu Kiai Azaim lalu terilhami untuk melakukan napak tilas pendirian NU untuk memurnikan lagi ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang kini dinilai sudah terkotori oleh paham-paham lain.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Dihadang Petugas, Caketum PBNU Kiai As'ad Ali dan Kiai Asep Jalan Kaki ke Pembukaan Muktamar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO