APBD Pemkab Mojokerto Rp 2,7 Triliun, Tapi 92.000 BPJS Warga Dinonaktifkan

APBD Pemkab Mojokerto Rp 2,7 Triliun, Tapi 92.000 BPJS Warga Dinonaktifkan Dr Muhammad Albarraa (Gus Barra) saat menyampaikan pidato di depan ribuan Kordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes) se-Kecamatan Mojosari yang mengikuti pelatihan saksi di Bendunganjati Pacet Mojokerto, Selasa (8/10/2024). Foto: MMA/bangsaonline

juga menyoroti tentang pendidikan di Mojokerto. Yang juga masih jauh dari harapan masyarakat.

Menurut , masih banyak anak muda Mojokerto yang belum bisa mengenyam pendidikan secara wajar. Terutama karena mereka tak mampu secara ekonomi.

Karena itu berjanji akan memberika beasiswa jika kelak ditakdir sebagai bupati Mojokerto.

“Bagi siswa yang berprestasi, tapi tak mampu secara ekonomi, kita bantu beaya sampai lulus,” kata .

Menurut , selama ini Pemkab Mojokerto banyak memprioritaskan pembangunan infrastruktur sehingga pembangunan sumber daya manusia atau SDM cenderung terabaikan.

Padahal, kata , pembangunan SDM sangat penting. Terutama untuk Mojokerto ke depan.

mengaku tahu tentang berbagai problem itu karena menjabat Wakil Bupati Mojokerto. Tapi ia tak dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

Karena itu ia bertekad maju sebagai calon bupati Mojokerto.

“Mubabrok untuk membawa angin perubahan,” kata sembari minta para relawannya berjuang dan bekerja keras untuk Mojokerto maju, adil dan makmur.

Acara itu diawali istighatsah dan ditutup dengan doa oleh ahayanda , Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA.

Selain dihadiri pimpinan parpol, diantaranya H Sholeh, Ketua Demokrat Mojokerto, juga dihadiri para pemateri dan penceramah. Diantaranya Gus Fahmi, Dr Achmad Rubaie, Malik Effendi dan yang lain. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO