Artinya: Wahai Abu Dzar, kamu lemah, sedangkan jabatan itu amanah, dan pada hari kiamat nanti jabatan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali jabatan yang diperoleh oleh orang yang memiliki kapasitas dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.
“Dari Hadits itu jelas sekali bahwa jabatan itu merupakan amanat dan tanggungjawab berat yang berkonsekwensi penyesalan pada hari kiamat bila tidak dilaksanakab dengan sebaik baiknya,” tegas Wakil Rais 'Aam Syuriah PBNU itu kepada BANGSAONLINE, Selasa (3/12/2024).
Menurut Kiai Afif – panggilan Kiai Afifuddin Muhajir, ketika seseorang baru mendapatkan amanat berupa jabatan publik seperti bupati, wali kota, gubernur, presiden dan sebagainya, tidak tepat dia mengadakan syukuran.
“Karena dia belum bisa meyakini dan memastikan bahwa dia bisa menunaikan amanat sebagaimana mestinya,” kata kiai asal Sampang Madura itu.










