Pelatihan atlet di Kota Batu.
Proses pengukuran dilakukan secara sistematis dan terukur, melibatkan tenaga ahli dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang yang berpengalaman dalam bidang ini.
"Kondisi atlet Puslat Ring 1 dilaksanakan bulan Februari dan Ring 2 yang dilaksanakan bulan Maret, kita ingin tahu bagaimana perkembangan masing-masing atlet menuju Porprov Jatim 2025, apakah sudah sesuai dengan kemampuan dari masing-masing cabor atau belum," urai Sentot.
Kegiatan ini menurut dia adalah kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan KONI Kota Batu yang merupakan bagian dari upaya untuk menerapkan sport science dalam pembinaan atlet yang akan diterjunkan ke Porprov Jatim 2025.
Hasil tes pengukuran masing-masing atlet Kota Batu ini akan dianalisa oleh Tim UM untuk bahan paparan kelebihan dan kekurangan atlet yang perlu diperbaiki dalam latihan selanjutnya.
"Karena itu saya minta kepada para pelatih untuk mendampingi atletnya saat tes, agar tahu persis bagaimana kekurangan dan kelebihan atletnya yang bisa diasah," kata Sentot.
Hasil tes ini akan dipergunakan sebagai pedoman latihan untuk masing-masing atlet. Setiap atlet cabor menjalani tes yang berbeda satu dengan lainnya. Tesnya didasarkan pada kebutuhan masing-masing atlet saat bertanding. (adi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




