Mundir menyebut ketinggian air sempat mencapai dada orang dewasa. Saking derasnya air, beberapa barang milik warga terbawa arus. Selain itu, air meluber ke jalanan dan menggenangi rumah warga karena sungai sudah tidak mampu menampung debit air.
Melihat kondisi tersebut, Ketua Komisi II DPRD Tuban, Fahmi Fikroni menyebut jika banjir yang melanda Kecamatan Rengel dan sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban lainnya ini karena beberapa faktor.
Menurut Roni, selain faktor cuaca, ia menilai banjir bandang yang terjadi juga karena faktor ulah manusia. Seperti aktifivas tambang dan juga banyaknya ahli fungsi hutan menjadi pertanian. Lahan pertanian pun juga dibabat untuk dijadikan perumahan
"Kami juga menemukan di lapangan bahwa lahan pertanian banyak di jadikan perumahan dan lahan perhutani (Hutan Red) dijadikan lahan pertanian. Ini bisa menjadi persoalan. Karena kawasan hutan yang berfungsi menahan air semakin sedikit, sebab banyak perumahan yang memfungsikan lahan pertanian. Dan sebagai gantinya, hutan dijadikan pertanian," beber Roni.










