DPRD Tuban Dorong Penguatan Gerakan Literasi, Soroti Minimnya Pemahaman Demokrasi Pelajar

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memperkuat gerakan literasi di Bumi Ronggolawe. Langkah ini dinilai krusial demi mencetak generasi muda yang kritis dan berwawasan luas.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Tuban, Gaguk Sudarmo, seusai memberikan materi dalam acara Duta Literasi Pelajar 2026 yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban.

"Pastinya kami terus mendorong bagaimana gerakan literasi di Kabupaten Tuban terus tumbuh dan meningkat," ujar Gaguk Sudarmo saat dihubungi pada Rabu (3/6/2026).

Politikus Partai Golkar ini menyayangkan tren generasi muda saat ini yang mulai berjarak dengan budaya membaca secara mendalam. Menurutnya, mayoritas remaja kini hanya membaca informasi sekilas yang lewat di media sosial. Fenomena ini diperparah dengan sikap acuh tak acuh mereka terhadap literasi demokrasi.

Guna mengatasi tantangan tersebut, DPRD Tuban berencana merangkul berbagai pihak, termasuk organisasi profesi seperti PWI, untuk memasifkan edukasi ke sekolah-sekolah.

"Kalau disinggung literasi demokrasi, ya kayaknya minim sekali dipelajari. Inilah PR bersama," akui Gaguk jujur.

Mantan Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tuban ini menambahkan, pemahaman mengenai sistem pemerintahan demokrasi sangat mutlak bagi pelajar selaku pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Wawasan politik dan tata negara idealnya diperkenalkan sejak dini agar mereka siap berpartisipasi secara sehat.

"Di dalam literasi demokrasi mencakup pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran kritis yang memungkinkan individu untuk memahami, berpartisipasi, serta mengevaluasi sistem dan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara," jelasnya.

Gaguk mengakui bahwa kurikulum mengenai pendidikan demokrasi tingkat pelajar memang belum sepenuhnya ditekankan di lingkungan sekolah formal. Padahal, implementasi nilai-nilai demokrasi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ia mencontohkan tindakan nyata yang bisa dilakukan pelajar, seperti menjadi pemilih yang cerdas, menyaring informasi sebelum membagikannya di media sosial (saring sebelum sharing), aktif bermusyawarah di lingkungan tempat tinggal, hingga menyampaikan aspirasi atau kritik secara konstruktif sesuai koridor hukum.

"Mengenal Literasi demokrasi bisa berdampak signifikan terhadap tingkat kemampuan berpikir kritis, maka keberanian menyampaikan pendapat secara rasional dan bertanggung jawab harus dilatih," urai Gaguk.

Ke depan, DPRD Tuban akan mendorong agar pendidikan demokrasi dapat terintegrasi secara resmi ke dalam kurikulum pembelajaran di sekolah. Hal ini diharapkan mampu membentuk benteng kesadaran kritis siswa demi terciptanya iklim demokrasi yang sehat di masa depan.

"InsaAllah akan terus mendorong gerakan literadi di Kabupaten Tuban agar semakin kuat," pungkasnya. (wan/rev)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: