Ilustrasi. Foto: Ist
BANGSAONLINE.com - BMKG menyatakan gempa tektonik dangkal yang mengguncang wilayah Pacitan, dan sejumlah daerah di Jawa Tengah dipicu oleh adanya aktivitas subduksi lempeng pada zona megathrust.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan bahwa pusat gempa terletak di laut pada kedalaman 29 km, dengan koordinat 8.88° LS; 110.97° BT atau berjarak 79 kilometer dari arah barat daya Pacitan.
BACA JUGA:
- BREAKING NEWS! Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
Gempa berkekuatan magnitudo 4,9 itu dirasakan beberapa saat di sejumlah wilayah dengan skala intensitas II-III MMI. Mulai di Jawa Timur (Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Karangkates, Malang), dan di Jawa Tengah (Klaten, Yogyakarta, Wonogiri, Sukoharjo, Surakarta).
Berdasarkan analisa sementara seismologis BMKG, Daryono menyebut, guncangan merupakan gempa dangkal yang dipicu adanya adanya aktivitas subduksi lempeng pada zona megathrust di laut barat daya Pacitan.
"Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami," ucapnya sembari menjelaskan hingga pukul 14.45 WIB hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu kali aktivitas gempa bumi susulan, dan juga belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan.
Namun, masyarakat diimbau waspada seraya tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, sampai hasil analisa peristiwa menyeluruh dilaporkan BMKG.
Hasil analisa tersebut bisa didapatkan masyarakat dengan cara mengakses aplikasi daring InfoBMKG, media sosial infoBMKG, atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




