Gerombolan anak punk yang mangkal di perempatan SMPN 4 Tuban
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Anggota DPRD Kabupaten Tuban Fraksi PKB, Siswanto merespons keberadaan kumpulan anak punk di perempatan SMPN 4 Tuban.
Menurutnya, hal ini harus menjadi perhatian serius. Ia meminta razia untuk penertiban anak punk tersebut terus digencarkan.
BACA JUGA:
- Buka Ruang Kritik Lewat FKP, Satpol PP dan Damkar Tuban Komitmen Tingkatkan Layanan Publik
- Kabel Fiber Optik Semrawut di Tuban, Dewan Dorong Perda Utilitas
- Pertamina Pecat 2 Sopir Tangki di Tuban atas Dugaan Pencurian, Ketua Komisi II Bantah Tuduhan
- Proyek SR Sebabkan Rumah Warga Retak, Komisi I DPRD Tuban Panggil Waskita Karya
"Tentu persoalan ini menjadi perioritas, agar segera selesai. Apalagi di kawasan perempatan itu ada siswa-siswi SMPN 4 Tuban dan siswa SDN Bogorejo. Tentu secara psikologis itu tidak baik untuk para pelajar atau generasi penerus bangsa yang lain," kata Siswanto kepada HARIAN BANGSA, pada Rabu (29/1/2025).
Siswanto menilai, selama ini penanganan anak punk yang bergerombol dijalanan kurang optimal. Ia mendorong pemerintah untuk memberi pembinaan dan menyelesaikan masalah ini hingga tuntas.
Menurutnya, pembiaran anak punk seperti itu bisa menciptakan generasi bangsa yang kurang baik.
"Sekali lagi, keberadaan anak punk yang berada di situ tentu tidak elok. Apalagi wilayah itu dekat dengan lembaga pendidikan yaitu SMPN 4 Tuban dan SDN Bogorejo," tegasnya.
Pihaknya mendesak Pemkab agar hadir menertibkan dan memberikan bekal pembinaan pada mereka. Hal ini juga sebagai upaya menegakkan perda ketertiban umum di Tuban.
"Ada beberapa usulan agar mereka (anak punk) bisa teratasi, pertama OPD Satpol PP sebagai penegak perda melakukan penertiban rutin dan lanjut koordinasi dengan Dinas Sosial. Kemudian, dilakukan karantina dan pembinaan secara ajek dan dievaluasi. Sebaiknya juga ada inovasi pelaksanaannya agar penyelesaian ini bisa tuntas," beber Siswanto.
Diakui Siswanto, penanganan anak punk jalanan di lapangan memang tidak mudah. Apalagi saat ditertibkan mereka terkadang meronta-ronta hingga melarikan diri. Bahkan, tidak jera dan kembali mangkal lagi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




