Doktor ITS Berhasil Kembangkan Teknologi AI untuk Personalisasi Pembelajaran

Doktor ITS Berhasil Kembangkan Teknologi AI untuk Personalisasi Pembelajaran Imamah (kiri), saat menerima penghargaan atas publikasi artikel di CIVEMSA, China. Foto: Ist.

BANGSAONLINE.com - Doktor yang baru lulus dari Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (), Imamah, berhasil mengembangkan model Ant Colony Optimization - Item Response Theory (ACOIRT) yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence () untuk personalisasi jalur pembelajaran.

Pada Sidang Terbuka Promosi Doktor Departemen Teknik Elektro, yang digelar pada Selasa (25/2/2025) lalu, Imamah menjelaskan bahwa metode konvensional tidak mempertimbangkan perbedaan kecepatan belajar mahasiswa. Dalam hal ini, mahasiswa yang cepat memahami harus menunggu, sementara yang lebih lambat kesulitan mengejar.

"Dengan model ini, setiap mahasiswa dapat belajar sesuai dengan ritme mereka sendiri tanpa harus terhambat oleh sistem pembelajaran yang seragam," jelas Imamah, Jumat (28/2/2025).

Imamah menekankan bahwa penelitian ini menggunakan pendekatan berbasis yang menggabungkan algoritma Ant Colony Optimization (ACO) dengan Item Response Theory (IRT). ACO meniru perilaku semut dalam mencari jalur terbaik, sementara IRT memprediksi kemampuan siswa dengan akurat dan mengatasi tebak jawaban pada pretest pilihan ganda.

"Kombinasi dua metode ini memungkinkan sistem bisa merekomendasikan materi yang lebih sesuai dengan kebutuhan," terangnya.

Sistem ACOIRT yang dikembangkan ini diuji pada mahasiswa yang mengambil mata kuliah Struktur Data. Hasilnya menunjukkan peningkatan performa pembelajaran mahasiswa sebesar 60,8 persen hingga 127,8 persen.

"Dengan pendekatan ini, mahasiswa mendapatkan jalur pembelajaran yang lebih efektif dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional," kata Imamah.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO