Ilustrasi Thor, sang Dewa Petir dari mitologi Nordik.
Pertemuan terbesar dalam hidup Thor adalah melawan musuh bebuyutannya, Jormungandr, sang Ular Dunia.
Dalam mitologi Nordik, diramalkan bahwa saat Ragnarok tiba kiamat bagi para dewa, Thor akan bertarung melawan Jormungandr dalam duel paling dahsyat sepanjang masa.

Ketika pertempuran terjadi, bumi bergetar, lautan mendidih, dan langit penuh dengan petir. Thor menghantam Jormungandr dengan Mjolnir, meremukkan tulangnya. Tapi sebelum mati, sang ular berhasil menggigit Thor dan menyebarkan racunnya.
Thor berjalan sembilan langkah sebelum akhirnya tumbang. Dewa petir, yang tak terkalahkan oleh siapa pun, akhirnya mati di medan perang.
Akhir para dewa
Kematian Thor menandakan berakhirnya era para dewa. Asgard runtuh, Odin gugur, dan dunia seperti yang mereka kenal lenyap dalam api Ragnarok.
Namun, di balik kehancuran itu, ada secercah harapan. Anak-anak Thor, Modi dan Magni, selamat dan mewarisi palu Mjolnir. Mereka menjadi generasi baru yang akan membangun kembali dunia setelah kehancuran besar.
Meskipun Thor telah tiada, namanya tetap dikenang dalam setiap petir yang menggelegar di langit.
Asal-usul nama "Thursday" dari Thor
Warisan Thor tidak hanya hidup dalam mitologi, tapi juga dalam bahasa yang kita gunakan sehari-hari.
Dalam bahasa Inggris, hari Kamis disebut Thursday, yang berasal dari "Thor’s Day" hari yang didedikasikan untuk sang dewa petir.
Jadi, setiap Kamis yang datang, itu adalah pengingat bahwa kekuatan Thor masih menggema di dunia.
Banyak yang melihat Thor sebagai pelindung Asgard dan Midgard. Tapi bagi para raksasa, dia adalah mimpi buruk yang datang membawa kehancuran.
Thor mungkin adalah dewa keadilan, tapi dia juga dikenal kejam dan tanpa ampun terhadap musuhnya. Apakah dia pahlawan sejati atau hanya sekadar mesin pembunuh bagi Odin?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




