Salah satu anggota polisi yang terluka saat mendapat perawatan
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanti menyebut ada 15 anggota polisi yang terluka saat mengamankan demonstrasi Tolak UU TNI di Gedung Grahadi, Senin (24/3/2025).
"Ada 15 personel kepolisian yang terluka, sudah mendapat perawatan," kata dia, Selasa (25/3/2025).
BACA JUGA:
- Pemuda di Kos Semampir Ditangkap, Polrestabes Surabaya Sita 76 Paket Sabu Siap Edar
- DPRD dan Polrestabes Surabaya Perkuat Sinergi Atasi Parkir Liar hingga Kejahatan Digital
- Lecehkan Gadis yang Nonton Surabaya Vaganza, Pria di Surabaya Diamankan Dalam Kondisi Babak Belur
- Pasca-Kebakaran Gedung Jantung RSUD Dr. Soetomo, Polisi Gelar Olah TKP, Pasien IGD Masih Trauma
Hal tersebut terjadi saat polis memukul mundur massa aksi untuk bubar sekira pukul 18.45 WIB.
"5 dirawat di rumah sakit, sisanya tidak (sudah normal kembali)," ujarnya.
"Satu orang anggota terluka parah di bagian kepala. Borok karena dikeroyok oleh massa demonstran," imbuhnya.
Selain itu, Rina menambahkan, terdapat 1 wartawan bernama Rama dari Beritajatim.com yang mengalami luka karena menjadi korban pemukulan.
Menurutnya, Rama kurang mengenakan baju rompi bewarna kuning sebagai penanda pers yang meliput.
“Harusnya sebisa mungkin kalau ada wartawan yang meliput dan terjadi bentrok antara petugas dan pendemo sebisa mungkin menjauh. Juga sebisa mungkin mengunakan rompi baju yang bertuliskan Pers atau jurnalis agar para petugas mengetahuinya,” ujar Rina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




