Ia mengaku telah beberapa kali mengadukan persoalan ini, bahkan sempat mengangkatnya ke media.
“Saya sudah sampaikan ke pengelola, juga sempat naik ke media, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Kasihan petugas kebersihan, mereka tetap kerja tapi enggak digaji,” ujarnya.
Setelah dilakukan koordinasi, ia hanya menerima informasi bahwa adanya pembaruan sistem, namun sudah setahun lamanya tetap tidak ada kejelasan.
“saya juga pernah usul agar pengelolaan sampah diserahkan ke warga saja, dipilah antara sampah kering dan basah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kabupaten Sidoarjo, Bachruni Aryawan, menegaskan bahwa pembayaran gaji petugas kebersihan sampah di Rusun Ngelom bukan tanggung jawab dinas.
“Bukan dari dinas, karena memang tidak ada anggarannya untuk itu. Kalau memang ada anggarannya, pasti kami bayarkan. Itu dampaknya dari internal pengelolaan rusun sendiri,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia meminta untuk melakukan koordinasi dengan Kepala UPT Rusunawa, pasalnya mereka adalah pengelola gaji para petugas kebersihan sampah.
Sayangnya, hingga berita ini ditulis, Kepala UPT Rusunawa, Kurniawan, belum memberikan keterangan resmi terkait masalah tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan juga belum membuahkan hasil. (cat/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




