Saiful saat mengerjakan pesanan pisau di bengkelnya. Foto: Ist
Ia mengerjakan seluruh proses pembuatan pisau sendiri, mulai dari memilih bahan, menempa, hingga finishing. Demi menjaga kualitas, ia bahkan terpaksa menolak 15 pesanan.
Keahlian menempa besi menjadi pisau bukanlah sesuatu yang didapat secara instan. Seni ini telah diwariskan turun-temurun dari kakek buyut hingga ayahnya. Namun, Saiful terus mengembangkan keterampilannya dengan bergabung dalam komunitas Indonesian Blades.
“Saya mulai serius geluti ini sejak lebih dari 10 tahun lalu. Ilmu dari keluarga saya kembangkan lagi lewat teman-teman komunitas. Banyak hal baru yang saya pelajari dari mereka,” ujarnya.
Menariknya, bahan baku pisau yang digunakan Saiful berasal dari barang-barang bekas seperti per mobil dan piringan mesin pemotong batu atau kayu. Barang yang bagi sebagian orang tidak bernilai, justru menjadi alat potong berkualitas tinggi di tangannya.
“Bahan saya cari di pasar loak, kadang juga beli dari online. Yang penting bajanya bagus dan tahan lama,” pungkasnnya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




